AstraZeneca mengonfirmasi per 13 Januari 2026 bahwa mereka telah menyetujui akuisisi perusahaan AI berbasis di Boston, Modella AI, sebagai bagian dari strategi memperkuat kapabilitas riset onkologi melalui kecerdasan buatan. Akuisisi ini muncul di tengah tren industri farmasi global yang semakin mengandalkan AI untuk mempercepat penemuan obat baru. Finansial dalam transaksi ini tidak diungkapkan kedua pihak.
Modella AI dikenal mengembangkan foundation models dan AI agent yang akan diintegrasikan ke dalam proses penelitian dan pengembangan (R&D) onkologi AstraZeneca. Integrasi ini ditujukan untuk mendukung development klinis dan penemuan biomarker yang lebih cepat dan akurat.
Mengapa langkah ini krusial menurut AstraZeneca
Modella AI akan membantu AstraZeneca mengatasi kompleksitas yang meningkat dalam pengembangan obat kanker — yang kini semakin bergantung pada data besar dan presisi tinggi — dengan alat AI yang mampu memasukkan dan menganalisis data genomik, patologi, dan klinis secara lebih cepat.
Gabi Raia, Chief Commercial Officer Modella AI, menyatakan bahwa bergabung dengan AstraZeneca memberi akses yang lebih luas bagi teknologi mereka untuk deploy di uji klinis dan lingkungan klinis global.
Pernyataan eksekutif AstraZeneca di konferensi industri
Dalam wawancara di J.P. Morgan Healthcare Conference, Aradhana Sarin, CFO AstraZeneca, menyatakan bahwa akuisisi akan “mempercepat kemampuan perusahaan dalam patologi kuantitatif dan penemuan biomarker” dengan membawa lebih banyak data dan kapabilitas AI ke dalam organisasi. Dia mengatakan ini bukan hanya perluasan kerja sama, tetapi penyatuan teknologi dan talenta AI ke dalam tim internal.
Fokus teknologi dan dampak di klinis
Modella AI diposisikan untuk memperkuat analisis biopsi menggunakan komputer yang dapat mengenali protein penting dan mengaitkannya dengan data klinis — kemampuan yang diharapkan menghasilkan biomarker yang lebih tertarget dan, pada akhirnya, terapi yang lebih efektif.
Sarin juga menyebutkan bahwa alat AI ini dapat digunakan untuk memilih pasien lebih cepat dalam uji klinis, meningkatkan kemungkinan keberhasilan studi dengan biaya lebih rendah.
Konteks industri
Akuisisi ini terjadi di tengah beberapa kolaborasi besar antara perusahaan obat besar dan penyedia teknologi AI yang terungkap selama konferensi tersebut, termasuk kemitraan senilai $1 miliar antara Nvidia dan Eli Lilly untuk membangun laboratorium riset dengan chip AI generasi terbaru.